E-LEARNING KEMENTERIAN LHK DAN PANDEMI COVID-19

sekedar coretan dinding

E-LEARNING KEMENTERIAN LHK DAN PANDEMI COVID-19

PURNAMASOFYAN.ID, Wabah pandemi Covid-19 telah menjadi bencana global yang sangat menakutkan dan berdampak serius terhadap hampir semua sektor.Jumlah kasus di Indonesia terus meningkat, terakhir Sabtu (24/10/2020) jumlah kasus terkonfirmasi adalah sebanyak 386 ribu kasus.Di tingkat dunia jauh lebih tinggi, kurang lebih mencapai 42 juta-an orang terinfeksi.Jumlah kasus ini belakangan bukan menurun tapi terus meningkat, dan kluster terbanyak di Indonesia adalah dari perkantoran, termasuk perkantoran-perkantoran pemerintahan.

Kondisi darurat  ini tentu sajasangat berbahaya dan harus diantisipasi serta dijawab dengan kebijakan yang paling tepat. Sebenarnya kebijakan apapun yang diambil dalam situasi darurat ini tetap memiliki kekurangan danakan berdampak, tetapi pilihan terbaik dari semua yang buruk sekalipun tetap harus cepat diambil.

Pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia pegawai maupun masyarakat harus tetap dilakukan karena sangat penting dan menjadi modal dasar untuk menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan serta memajukan industri di bidang kehutanan.

Oleh karena itu Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sangat memperhatikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pegawai maupun masyarakat sekitar hutan melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat), karena ini proses sangat penting, maka sesulit apapun kondisi yang dialami dan seberat apapun bencana yang terjadi maka diklat harus terus berjalan, pegawai dan masyarakat tetap bisa meningkatkan kapasitas SDM nya, sementara kesehatan dan keselamatan tetap terjaga. Dengan prinsip ini maka pendidikan dan pelatihan harus terus berjalan, tidak boleh terhenti, demikian pula keselamatan tetapterlindungi.Misi dasar inilah yang sekarang dilakukan pemerintah, termasuk BP2SDM Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Demi menghindari resiko yang lebih besar, maka sejak April 2020, BP2SDM dalam hal ini Pusat Diklat SDM LHK menjalankan kebijakan dengan metode diklat jarak jauh(e-learning) atau daring untuk meningkatkan kapasitas SDM pegawainya dan masyarakat. Keputusan ini diambil untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Sebenarnya metode diklat jarak jauh (e-learning) pada kementerian LHK sudah dibangun sejak tahun 2014 dengan membangun sebuah Learning Management System (LMS), modul-modul e-lektronik, video pembelajaran untuk memfasilitasi proses belajar dan mengajar jarak jauh termasuk menyusun regulasinya sebagai pedoman payung hukumnya, tetapi dalam perjalanannya mengalami sekian banyak kendala dan beberapa kali jatuh bangun, hal ini disebabkan beberapa faktor umum yang pasti dihadapi dalam setiap perubahan apapun yang akan diterapkan, termasuk salah satunya metode diklat jarak jauh ini, karena pola yang baru sulit diterima oleh sebagian besar pelaksananya, baik itu secara teknis maupun cara berpikirnya, terlepas dari itu semua, dalam penerapan sesuatu yang baru harus ada hal-hal yang perlu dipaksakan agar dapat terlaksanadan mencapai tujuan.

Kembali lagi ke pembelajaran jarak jauh atau e-learning, pada akhir April 2020 Kementerian LHK Mengadakan Pelatihan Pendamping dan Petani Perhutanan Sosial dengan menggunakan metode jarak jauh atau e-learning, Kegiatan ini merupakan kerjasama lintas Eselon I antara Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) dan Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL).

Pelatihan jarak jauh ini merupakan gelombang pertama yang masing-masing diselenggarakan oleh pusdiklat LHK dan 7 Balai diklat LHK di seluruh Indonesia. Jumlah peserta gelombang pertama yang mengikuti e-learning kurang lebih 500 orang pendamping dan petani dari kelompok Perhutanan Sosial dari berbagai tempat di Indonesia dari target peserta sebanyak kurang lebih 3000 orang, pelatihan ini dilaksanakan dengan persiapan yang sangat singkat dan serba terbatas dikarenakan sedang terjadi pandemi covid-19, maka rapat persiapan diselenggarakan secara virtual dengan menggunakan fasilitas webinar atau video conference, hal ini tentu saja sangat mempersempit ruang lingkup dalam diskusi, berkoordinasi dan lain sebagainya karena pada awal pandemi ini diberlakukan pembatasan sosial berskala besar yang sangat ketat dan harus menerapkan sistem kerja dari rumah (work from home).

proses pembuatan video pelatihan

Persiapan dan koordinasi dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari manajemen, pengajar, panitia, pengelola kelas atau sub-admin dan narasumber-narasumber lain terkait dengan pelatihan ini, dengan semangat yang tinggi dan dukungan dari berbagai pihak semua begitu antusias dalam mempersiapkan pelatihan ini, semua bekerjasama dengan baik dan tak kenal lelah, dan hampir tak kenal waktu, siang, malam tetap semangat bekerja hingga pada saatnya pelatihan dengan metode jarak jauh atau e-learning ini diselenggarakan.

Skenario pembelajaran pada pelatihan jarak jauh ini memiliki beberapa pertimbangan dari berbagai unsur, hal ini agar tidak membebani peserta karena pada pelatihan ini sebagian besar peserta nya merupakan petani yang tidak terbiasa atau familiar dengan teknologi.

Kurang lebih 3 sampai dengan 6 hari sebelum waktu pelaksanaan, panitia mulai melayangkan surat pemanggilan kepada peserta melalui dinas kehutanan terkait, kemudian melakukan rekap peserta pada masing-masing angkatan, untuk memudahkan komunikasi antara peserta, pengajar, panitia dan pendamping kelas, maka dibuatkan sebuah forum dengan menggunakan fasilitas sosial media seperti whatsapp, dan panitia mulai memandu dengan pembuatan akun peserta pada LMS kementerian LHK, proses inipun tidak mulus dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, karena tidak semua peserta mempunyai akun email sebagai syarat untuk membuat akun pada LMS dan gadget yang dapat mendukung proses pembelajaran, kebayang dong gimana nanti kendala yang akan dihadapi pada saat pembelajaran berlangsung? Hingga sampai pada waktunya Pelatihan Pendampingan Perhutanan Sosial gelombang pertama diselenggarakan pada 27-30 April 2020 selama 4 hari, walaupun pelatihan dengan metode e-learning ini adalah hal yang baru bagi petani tetapi mereka begitu antusias dalam mengikuti pembelajaran dan baru menyadari ternyata hanya dengan menggunakan smartphone atau laptop dan koneksi internet mereka dapat mengikuti pelatihan dan mendapatkan pengetahuan dari narasumber yang kompeten tanpa harus pergi dari tempat tinggalnya.

pembukaan pelatihan

Peserta pelatihan sangat antusias dalam proses pembelajaran melalui video conference dan LMS dengan aktif memberikan pendapat, pertanyaan, belajar mandiri dengan mengakses modul-modul pelatihan yang telah di siapkan, melihat video-video pembelajaran, penyelesaian quiz, serta membuat tugas mandiri. peserta  pun dapat mengikuti pelatihan dengan baik sampai dengan mendapatkan predikat lulus dan kemudian berhak mendapatkan sertifikat pelatihan dengan memenuhi aspek penilaian yang meliputi: Kehadiran/Partisispasi (bobot 10%), Nilai Akademis (menjawab soal di setiap materi/kuis) (bobot 40%), Tugas catatan mandiri (bobot 20%), Tugas Rencana Tindak Lanjut Paska Pelatihan (bobot 20%), Sikap dan Prilaku (bobot 10%). Antusiasme peserta kelompok tani hutan sangat luar biasa, ditunjukan dengan keaktifan di setiap pembelajaran dan mengerjakan exercise tata kelola hutan sosial di belajar mandiri, menjadikan e-learning ini sukses mencapai sasaran.

LMS Kementerian LHK

aplikasi e-learning atau LMS dipilih karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan yang lain salah satunya mampu merekam kegiatan pembelajaran sepertichat, forum diskusi, penugasan, kehadiran peserta dan fitur-fitur lainnya yang mudah dikontrol, mengurangi penggunaan kertas dan plastik, membiasakan akses literatur digital seperti e-book/e-modul. metodee-learning ini dirancang untuk meneyelenggarakan pelatihan yang mudah, murah, efektif dan efisien serta dapat menjangkau masyarakat di penjuru nusantara bahkan mancanegara.

Kerjasama tim antara tutor, admin dan panitia mutlak diperlukan ketika proses pembelajaran online. Kesamaan konsep dan persepsi antara tutor yang saling berjauhan sangat penting, sehingga proses pembelajaran lancar, tepat waktu, tidak terganggu sinyal ataupun gangguan lainnya, kolaborasi yang kuat seluruh elemen baik tutor, narasumber, panitia dan admin menjelma menjadi Super Tim yang dapat mewujudkan pelatihan metode e-learning ini berjalan dengan baik dan lancar. 

Ditengah pandemi ini kegiatan e-learning adalah kebijakan yang luar biasa, sebuah transisi teknologi menuju era digital ditengah situasi Pandemi COVID-19, peserta tetap dapat memperoleh pengetahuan.

Pada prinsipnya solusi seperti ini harus dilakukan berdasarkan kaidah prinsipil bahwa pembelajaran adalah pokok, metode dapat dilakukan berdasarkan kondisi, sedangkan aplikasi hanya media. Metode dan aplikasi dapat diterapkan demi untuk menunjang kelangsungan pembelajaran.

Penutupan Pelatihan melalui Webinar

Pelatihan daring secara penuh pada masa pandemi Covid-19 memang adalah pilihan terbaik. Namun sistem tersebut tetap menyisakan kelemahan, yaitu kurang efektif dalam pembelajaran  yang membutuhkan keterampilan secara teknis, untuk menjawab kekhawatiran tersebut, maka strategi pembelajaran harus cepat beradaptasi, model blended learning atau perpaduan menjadi pilihan terbaik nantinya. Pembelajaran tatap muka tetap dipertahankan pada pelatihan yang memerlukan keterampilan, sedangkan kegiatan pelatihan berbasis teknologi pun harus terus dikembangkan agar siap dan unggul dalam berkompetisi di era industri 4.0.Dengan respon yang bijak dan dinamis seperti di atas, maka dari musibah Covid-19 tetap bisa dipetik hikmah yang luar biasa yaitu memaksa semua kalangan agar lebih dekat dan bisa beradaptasi dengan teknologi.

Akhirnya dengan kesuksesan pelatihan metode e-learning pada pelatihan pendampingan kelompok tani perhutanan sosial dengan sasaran mencapai target lebih dari 3000 peserta, sampai saat ini telah melahirkan pelatihan-pelatihan lain  yang menggunakan metode e-learning dengan jumlah lulusan mencapai ± 10.031 peserta dari Pusdiklat SDM LHK, 7 BDLHK se Indonesia, dan Puslatmas.

“Tidak ada yang sulit jika dikerjakan bersama, tidak ada musibah yang berarti jika saling memberi dukungan dan dilalui bersama” Salam sehat, salam e-learning.

oleh : Purnama Sofyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *